Ticker

6/recent/ticker-posts

PANEN JAGUNG KETAHAN PANGAN DI POLSEK MANDAU BERHASIL MEMUASKAN.


Bengkalis, || Fenomena Terkini 
Personil Polsek Mandau, Polres Bengkalis, dan Polda Riau bersama Kelompok Tani Desa Air Kulim, Kecamatan. Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan Panen Jagung di lahan ketahanan pangan, 

Panen jagung ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat tani.

Panen dilaksanakan di lahan kelompok tani Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan. Kapolsek Mandau beserta personil, perwakilan Polres Bengkalis, perwakilan Polda Riau, Babinsa, penyuluh pertanian, serta puluhan anggota Kelompok Tani Air Kulim.

Dari lahan ketahanan pangan tersebut diperoleh hasil panen jagung yang memuaskan. Ini membuktikan pendampingan dan perawatan intensif dari personil kepolisian bersama penyuluh pertanian membuahkan hasil. Hasil panen rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kelompok tani, sebagian dijual untuk modal tanam berikutnya, dan sebagian disalurkan ke warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.I.K., M.Si. menyampaikan,
“Panen hari ini bukan sekadar seremonial. Ini bukti Polri hadir untuk masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas tapi juga mendukung kesejahteraan. Kami akan terus kawal Kelompok Tani Air Kulim dari pembibitan sampai pemasaran. Ketahanan pangan daerah kuat, maka masyarakat Mandau juga kuat.”

Kolaborasi Polda Riau – Polres Bengkalis – Polsek Mandau dengan petani adalah model tepat. Aparat turun langsung ke kebun, petani semangat, hasil maksimal. Di tengah dinamika harga pangan, kegiatan ini jadi solusi lokal. Jagung Air Kulim bisa jadi penyangga kebutuhan pakan ternak & pangan warga Bathin Solapan. Kapolsek mengajak kelompok tani lain di Mandau-Bathin Solapan untuk ikut program ketahanan pangan. Lahan tidur disulap jadi lahan produktif.

Panen jagung ini menutup rantai tanam perdana dengan manis. Polsek Mandau berkomitmen terus mendampingi hingga pasca panen: pengolahan, pemasaran, hingga pembentukan BUMDes tani. Karena menjaga NKRI bukan hanya dari gangguan kamtibmas, tapi juga dari ancaman krisis pangan. 
(Masrial, S.Hum)